Saya tidak menekuni bidang hidrografi, tetapi pernah harus membaca banyak referensi yang berkaitan dengan hidrografi. Pertama saat saya harus mengerjakan tesis S2, sedangkan yang kedua terkait dengan kegiatan kerja sama jurusan akhir tahun 2007. Dari membuka kembali tesis S2 tersebut, saya menemukan beberapa hal yang menarik untuk saya tulis di blog ini.
Ketertarikan ini bermula dari beberapa diskusi tentang global climate change, yang salah satu akibatnya adalah global warming, yang kemudian bisa menyebabkan kenaikan tinggi muka laut global. Benarkah terjadi kenaikan tinggi permukaan laut? Panel ahli dari IPCC (the Inter-governmental Panel on Climate Change) menyatakan demikian. Silakan dibaca di bagian Working Group I Report “The Physical Science Basis” yang tersedia di website IPCC. Banyak peneliti lain juga sudah mempublikasikan makalah tentang kenaikan tinggi permukaan laut global.
Secara umum, tinggi permukaan laut suatu daerah ditentukan berdasarkan data yang diperoleh dari stasiun pasang surut. Data harian, mingguan, bulanan, tahunan kemudian diolah untuk menentukan apakah ada variasi atau tidak. Untuk kepentingan ilmiah, apalagi dengan tuntutan akurasi yang sangat tinggi, maka dibutuhkan data time series yang cukup (sangat?) lama, yaitu minimal 18,6 tahun. Itu pengetahuan yang saya peroleh dari Pak Prapto, di mata kuliah Survei Hidrografi, serta Survei Pemetaan Laut lebih dari sepuluh tahun yang lalu.
Bagaimana dengan penentuan perubahan (bisa naik, bisa turun) tinggi permukaan laut global? Tentu saja dibutuhkan data time series dari berbagai tempat di dunia. Namun demikian, ternyata terdapat variasi dalam data tinggi permukaan laut global. Gornitz (1993) dan Onselen (2000) mempublikasikan penelitiannya tentang variasi sea level data. Tulisan Gornitz muncul sebagai bab yang berjudul Mean Sea Level Changes in Recent Years dalam buku Climate Change and Sea Level Change: Observations, Projections and Implications. Sedangkan Onselen menulis dalam disertasinya di TU Delft yang berjudul The Influence of Data Quality on the Detectability of Sea Level Height Variation. Menurut mereka, beberapa hal yang menyebabkan variasi dalam data tinggi permukaan laut adalah:
- Kualitas dan distribusi data. Data stasiun pasang surut (pasut) sering terlalu pendek atau bervariasi lamanya. Sangat sulit untuk menggabungkan data yang berbeda rentangnya. Selanjutnya, kurangnya data dari belahan bumi selatan. Catatan sea level yang sangat baik berasal dari Inggris (saya pernah mendownload data sea level dari tahun 1500an)
- Pergerakan vertikal tanah, bisa disebabkan oleh faktor tektonik maupun non-tektonik. Contoh faktor tektonik adalah post-glacial rebound, kemudian uplifting (yang bisa ditemui di beberapa tempat di kawasan timur Indonesia). Contoh faktor non-tektonik misalnya adalah penurunan tanah, bisa dilihat di Jakarta, Semarang atau Surabaya. Kalau lokasi stasiun pasutnya turun, kemudian BM untuk referensi tingginya juga turun, nah jadi repot kalau harus analisis data sea level.
- Kesalahan pengukuran dalam stasiun pasut. Tidak perlu penjelasan lagi, namanya kesalahan pengukuran (pengamatan atau pencatatan atau sistem telemetri untuk yang baru) jelas akan menimbulkan variasi data. Prinsip utama dalam pengukuran adalah, setiap pengukuran pasti mengandung kesalahan.
- Ketidaktelitian dalam pengukuran geodetik untuk menghubungkan stasiun pasut ke referensi lokal. Bisa disebabkan oleh pengukuran sipat datarnya, atau untuk yang modern ya kesalahan pengukuran GPS untuk melakukan ikatan stasiun pasut.
- Pengaruh atmosfer dan oseanografi, yang meliputi: angin, gelombang, arus, suhu dan kadar garam laut. Variasi ini jelas berpengaruh, dan biasanya bersifat lokal sampai regional.
Kalau sudah mengetahui adanya variasi data sea level terus bagaimana? Kita harus berhati-hati dalam menyatakan adanya kenaikan permukaan laut global. Menjelaskan fenomena ini memang penting, tetapi melebih-lebihkan adalah tidak bijaksana. Kenaikan memang ada, dan kemungkinan akan dipercepat oleh ulah manusia. Besarnya? IPCC menyatakan (saya kutip utuh):
“Global average sea level rose at an average rate of 1.8 [1.3 to 2.3] mm per year over 1961 to 2003. The rate was faster over 1993 to 2003: about 3.1 [2.4 to 3.8] mm per year. Whether the faster rate for 1993 to 2003 refl ects decadal variability or an increase in the longer term trend is unclear.”